1. a). Tumbuh kembang
Dalam Ilmu Kesehatan Anak istilah pertumbuhan dan perkembangan menyangkut semua sapek kemajuan yang dicapai oleh jasad manusia dari konsepsi sampai dewasa. Jenis tumbuh kembang dibedakan menjadi tiga, yaitu tumbuh kembang fisis, intelektual, dan social emosional. Penilaian tumbuh kembang meliputi evaluasi pertumbuhan fisis ( kurva/grafik berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar dada dan lingkar perut), evaluasi umur tulang, evaluasi pertumbuhan gigi geligi, evaluasi neurologis, dan perkembangan social serta evalusai keremajaan.
b). Dasar-dasar tumbuh kembang ( Tahap perkembangan, Pola Tumbuh kembang, perbedaan individual )
Pertumbuhan—peningkatan jumlah dan ukuran sel pada saat membelah diri dan mensintesis protein baru; menghasilkan ukuran dan berat seluruh atau sebagian bagian sel.
Perkembangan—perubahan dan perluasan secara bertahap; perkembangan tahap kompleksitas dari yang lebih rendah ke yang lebih tinggi; peningkatan dan peruasaan kapasitas seseorang melalui pertumbuhan, maturasi dan pembelajaran.
Maturasi—peningkatan kompetensi dan kemampuan adaptasi; penuaan; biasanya digunakan untuk menjelaskan perubahaan kualitatif; perubahan kompleksitas struktur yang memungkinkan berfungsinya struktur tersebut pada tingkat yang lebih tinggi.
Diferensiasi—proses modifikasi sel dan struktur awal secara sistematik untuk mencapai sifat fisik dan kimaiwi yang spesifik; terkadang digunakan unutk menjelaskan kecendrungan massa kea rah spesifikasi; perkembangan aktivitas dan fungsi dari yang sederhana ke yang lebih kompleks.
Tahap Perkembangan
Periode prenatal : konsepsi sampai lahir
Germinal; konsepsi sampai kira-kira 2 minggu
Embrio : 2 sampai 8 minggu
Janin : 8 sampai 40 minggu ( lahir )
Masa bayi : lahir sampai 1 tahun
Neonatus : lahir sampai 27 atau 28 hari
Bayi : 1 sampai kira-kira 1 tahun
Masa kanak-kanak awal : 1 sampai 6 tahun
Toddler : 1 sampai 3 tahun
Prasekolah : 3 sampai 6 tahun
Peride ini, yang berasal dari waktu anak-anak dapat bergerak sambil berdiri sampai mereka masuk sekolah, dicirikan dengan aktivitas ynag tinggi dan penemuan-penemuan.
Masa kanak-kanak pertengahan : 6 sampai 11 atau 12 tahun
merupakan salah satu tahap perkembangan ketika anak diarahkan menjauh dari kelompok keluarga dan berpusat si dunia hubungan sebaya yang lebih luas.
Masa Kanak-kanak akhir : 11-19 tahun
Prapubertas : 10-13 tahun
Remaja : 13 sampai kira-kira 18 tahun
Periode maturasi dan perubahan cepat yang membingungkan yang dianggap sebagi masa remaja dianggap sebagi periode transisi yang dimulai pada masa pubertas dan berakhir pada saat memasuki dunia dewasa—biasanya lulus sekolah menengah atas
Pola Tumbuh Kembang
Kecenderungan arah : tumbuh kembang terjadi dengan arah/tahapan yang teratur dan terikat serta mencerminkan prkembangan dan maturasi fungsi neuromuscular
Kecenderungan Urutan. Laju perkembangan. Meskipun perkembangan memiliki urutan yang pasti dan tepat, namun laju perkembangan tidak sama karena setiap idividu itu unik.
Periode Sensitif. Terdapat batasan waktu selama proses pertumbuhan ketika organism berinteraksi dengan ligkungan tertentu dengan cara yang spesifik.
Perbedaan Individual
Setiap anak tumbuh dengan keunikan dan caranya sendiri. Terdapat variasi yang besar dalam hal usia pencapaian tahap perkembangan.
c). Pertumbuhan biologis dan perkembangan fisik ( proporsi eksternal, determinan
biologis dari pertumbuhan dan perkembangan, pertumbuhan dalam maturasi tulang rangka, maturasi neulogik, jaringan limpoid, perkembangan system organ )
Proporsi Eksternal
Variasi laju pertumbuhan jaringan dans system organ yang berbeda menghasilkan perubahan yang signifikan pada proporsi tubuh selama masa kanak-kanak.
Determinan Biologis dari Pertumbuhan dan Perkembangan
Pada sebagian jaringan, perubahan tersebut terjadi secari kontinu (mis.pertumbuhan tulang dan gigi); pada jaringan lai; prubahan signifikan terjadi pada tahap yag spesifik (mis.penampakan karakteristik seks sekunder).
Pertumbuhan Dan Maturasi Tulang Rangka
Pengukuran yang paling akurat dari perkembangan umum adalah tulang rangka atau usia tulang karena usia tulang rangka erat hubungannya dengan pengukuran maturitas lainnya. Usia tulang ini ditentukan dengan membandingkan mineralisasi pusat osifikasi pusat tulang dan bentuk bentuk tulang yang terkait usia.pusat osifikasi pertama kali muncul pada usia embrio dua bulan.
Maturasi Neurologik
System syaraf tumbuh proposional lebih cepat sebelum kelahiran.pertumbuhannya terjadi secara cepat pada masa bayi sampai masa kanak-kanak awal dan malambat pada masa kanak-kanak akhir dan remaja. perkembangan neurologic terkadang digunakan sebagai indikator usia maturasi pada minggu-minggu awal kehidupan.
Jaringan Limfoid
Jaringan limfoid (terdapat dalam nodus limfe, timus, limpa, tonsil, adenoid, limfosit darah) berukuraan kecil, tetapi telah berkembang dengan baik pada saat lahir. Jaringan ini mencapai ukuran dewasa dengan cepat pada usia 6 bulan. Pada usia 10-12 bulan, jaringan ini mencapai perkembangan maksimal yang kira-kira dua kali ukuran dewasa. Pada masa remaja, terjadi penurunan yang cepat.
Perkembangan system organ
Jaringan dan system orgam mengalami perubahan pada masa perkembangan, baik secara mencolok maupun samar-samar. Perubahan tersebut berpengaruh pada pengkajian dan perawatan.
d). Perubahan fisiologis ( Metabolisme, suhu, tidur dan istirahat ), Temperamen
(makna temperamen ).
Perubahan fisiologis
Perubahan fisiologis yang terjadi di semua organ dan system didiskusikan berkaitan dengan disfungsinya. yaitu :
1. Metabolisme
BMR menunjukkan perubahan jelas semasa kanak-kanak. BMR tertinggi pada bayi baru lahir (108 kkal/kg Bb), menurun progresif sampai maturitas (40-45 kkal/Kg BB), proporsi sedikit lebih tinggi pada laki-laki pada semua usia dan meningkat selama masa pubertas melampaui perempuan.
2. Suhu
Pada neonates yang sehat, hipotermi dapat menyebabkan konsekuensi metabolic negative seperti hipoglikemi. Bayi dan anak kecil rentan terhadap fluktuasi suhu, beespon terhadap perubahan suhu lingkungan, kerena menangis, marah,emosi, aktifitas fisik, maupun karena infeksi.
3. Tidur dan Istirahat
Bayi baru lahir, tidur selama waktu yang tidak digunakan dan aspek-aspek lain dalam perawatannya.. selama akhir tahun pertama, sebagian anak tidur sepanjang malam disertai tidur 1-2 kali siang harinya. Usia 3 tahun anak-anak tidak lagi tidur siang, usia 4-10 tahun waktu tidur menurun dan meningkat pada priode pubertas.
TEMPERAMEN
Temperamen adalah cara berfikir, berperilaku atau bereaksi dan merujuk pada cara seseorang dalam menjalani kehidupannya. Ada 9 ciri/atribyt temperamen:
1) Aktifitas : gerakan fisik seperti makan, tidur, madi, berpakain dan bermain
2) Ritrisitas : keteraturan fungsi fisiologis seperti lapar, tidur, eliminasi
3) Pendekatan(+) atau menarik diri (-) : terhadap stimulus baru
4) Kemampuan adaptasi
5) Ambang renposivitas : batas kekuatan stimulus untuk memunculkan reaksi
6) Intensitas reaksi : tingkat energy reaksi
7) Mood : jumlah perilaku menyenangkan dantidak menyenangkan
8) Distraksibilitas : mudah mengalihkan perhatian anak dengan stimulus eksternal
9) Rentang perhatian dan Persistensi :ketekunan dan kontinuitas aktivitas tampa peduli hambatan
Kategori umum temperamen berdasarkan atribut temperamen :
a. The easy child. Berkepribadian santai, teratur, mudah diprediksi. Jumlah anak 40%
b. The difficult child. Sangat aktif, sensitive, dantidak teratur. Jumlah anak 10%
c. The slow-to-warm-up child. Bereaksi secara negative, penolakan ringan, sulit beradabtasi pada paparan berulang, pasif pada situasi barum ketidakteraturan tingkat sedang. Jumlah anak 15%
d. Rentang luas dan tidak konsisten. Jumlah anak 35%.
PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN DAN FUNGSI MENTAL
DASAR TEORITIK PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
Manurut Freud, semua prilaku manusia digerakkanoleh kekuatan psikodinamik, dan energi fisik ini dibagi menjadi 3 komponen : id, ego dan superego.
PERKEMBANGAN PSIKOSEKSUAL
Menurut Sigmund Freud (1856-1939) Fase-fase perkembangan individu didorong oleh energi psikis yang disebut libido (dorongan kehidupan yang sudah ada sejak bayi). Freud membagi perkembangan manusia menjadi 6 fase :
• Fase Oral (0-1tahun)
Anak memperoleh kepuasan dan kenikmatan yang bersumber pada mulutnya.
Hubungan sosial lebih bersifat fisik, seperti makan atau minum susu. Objek sosial terdekat adalah ibu, terutama saat menyusu.
• Fase Anal (1-3tahun) :
Pada fase ini pusat kenikmatannya terletak di anus, terutama saat buang air besar. Inilah saat yang paling tepat untuk mengajarkan disiplin pada anak termasuk toilet training.
• Fase Falik (3-5tahun) :
Anak memindahkan pust kenikmatannya pada daerah kelamin. Anak mulai tertarik dengan perbedaan anatomis antara laki-laki dan perempuan. Pada anak laki-laki kedekatan dengan ibunya menimbulkan gairah sexual perasaan cinta yang disebut Oedipus Complex. Sedangkan pada anak perempuan disebut Electra Complex.
• Periode Laten (5-12tahun) :
Ini adalah masa tenang, walau anak mengalami perkembangan pesat pada aspek motorik dan kognitif.. Anak mencari figure ideal diantara orang dewasa berjenis kelamin sama dengannya.
• Fase Genital (12tahun keatas) :
Alat-alat reproduksi sudah mulai masak, pusat kepuasannya berada pada daerah kelamin. Energi psikis (libido) diarahkan untuk hubungan-hubungan heteroseksual. Rasa cintanya pada anggota keluarga dialihkan pada orang lain yang berlawan jenis.
PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ( Erik Erickson)
1. Trust vs Mistrust (Kepercayaan vs Kecurigaan)
Tahap ini berlangsung pada masa oral, kira-kira terjadi pada umur 0-1 atau 1 ½ tahun. Tugas yang harus dijalani pada tahap ini adalah menumbuhkan dan mengembangkan kepercayaan tanpa harus menekan kemampuan untuk hadirnya suatu ketidakpercayaan.
2. Otonomi vs Perasaan Malu dan Ragu-ragu
Pada tahap kedua adalah tahap anus-otot (anal-mascular stages), masa ini biasanya disebut masa balita yang berlangsung mulai dari usia 18 bulan sampai 3 atau 4 tahun. Tugas yang harus diselesaikan pada masa ini adalah kemandirian (otonomi) sekaligus dapat memperkecil perasaan malu dan ragu-ragu.
3. Inisiatif vs Kesalahan
Tahap ketiga adalah tahap kelamin-lokomotor (genital-locomotor stage) atau yang biasa disebut tahap bermain. Tahap ini pada suatu periode tertentu saat anak menginjak usia 3 sampai 5 atau 6 tahun, dan tugas yang harus diemban seorang anak pada masa ini ialah untuk belajar punya gagasan (inisiatif) tanpa banyak terlalu melakukan kesalahan.
4. Kerajinan vs Inferioritas
Tahap keempat adalah tahap laten yang terjadi pada usia sekolah dasar antara umur 6 sampai 12 tahun. Salah satu tugas yang diperlukan dalam tahap ini ialah mengembangkan kemampuan bekerja keras dan menghindari perasaan rasa rendah diri.
5. Identitas vs Kekacauan Identitas
Tahap kelima merupakan tahap adolesen (remaja), yang dimulai pada saat masa puber dan berakhir pada usia 18 atau 20 tahun. melalui tahap ini orang harus mencapai tingkat identitas ego, dalam pengertiannya identitas pribadi berarti mengetahui siapa dirinya dan bagaimana cara seseorang terjun ke tengah masyarakat
6. Keintiman vs Isolasi
yaitu pada masa dewasa awal yang berusia sekitar 20-30 tahun. Adalah ingin mencapai kedekatan dengan orang lain dan berusaha menghindar dari sikap menyendiri.
7. Generativitas vs Stagnasi
Masa dewasa (dewasa tengah) berada pada posisi ke tujuh, dan ditempati oleh orang-orang yang berusia sekitar 30 sampai 60 tahun. salah satu tugas untuk dicapai ialah dapat mengabdikan diri guna keseimbangan antara sifat melahirkan sesuatu (generativitas) dengan tidak berbuat apa-apa (stagnasi).
8. Integritas vs Keputusasaan
Tahap terakhir dalam teorinya Erikson disebut tahap usia senja yang diduduki oleh orang-orang yang berusia sekitar 60 atau 65 ke atas. Yang menjadi tugas pada usia senja ini adalah integritas dan berupaya menghilangkan putus asa dan kekecewaan.
DASAR TEORI PERKEMBANGAN MENTAL
PERKEMBANGAN KOGNITIF PIAGET
a. fase sensorimotor (lahir – 2 tahun)
tahap 1 : Penggunaan aktivitas refleks (lahir – 1 bulan)
tahap 2 : reaksi sirkular primer (1-4 bulan)
tahap 3 : reaksi sirkular sekunder (4-8 bulan)
tahap 4 : koordinasi dari skema sekunder (8-12 bulan)
tahap 5 : reaksi sirkular tersier (12-18 bulan)
tahap 6 : intervensi dari arti baru (18-24 bulan)
b. fase preoperasional (2-7 tahun)
simbol seperti kata untuk mewakili manusia, benda dan tempat.
kemampuan berfokus hanya pada satu aspek pada satu waktu, dan pemikiran sering terlihat tidak logis
c. fase konkret operasional (7-11 tahun)
memecahkan masalah konkret, mulai mengerti tentang suatu hubungan misalnya ukuran, mengerti kanan dan kiri. Dan Anak dapat membuat alasan mengenai apa itu, tapi tidak dapat membuat hipotesa mengenai apa kemungkinannya dan dengan demikian tidak dapat berpikir mengenai masalah ke depan
d. Fase formal operasional (11-15 tahun)
pemikiran rasional, bersifat keakanan
kemampuan untuk berperilaku yang abstrak, dan muncul pemikiran ilmiah
menyadari masalah moral dan politik dari berbagai pandangan yang ada
PERKEMBANGAN BAHASA
Anak-anak memiliki kemampuan untuk mengembagkan bicara dan keterampilan berbahasa. Laju perkembangan bicara berkaitan denagn kompetensi neurologik dan perkembangan kognitif. Di semua tahap perkembangan bahasa, pemahaman anak tentang perbendaharaan kata yang mereka pahami dan perbendaharaan kata yang merka ucapkan mencerminkan proses modifikasi dan kontiniu yang melibatkan peolehan kata-kata baru, adanya perluasan atau penghalusan arti dari kata-kata yang dipelajari.
PERKEMBANGAN MORAL (KOHLBERG)
• Prakonvensional, Terorientasi secara budaya dengan label baik/buruk dan benar/salah.
• Konvensional, Anak terfokus pada kepatuhan dan loyalitas. Mereka menghargai pemeliharaan harapan keluarga, kelompok atau Negara tanpa memperdulikan konsekuensinya
• Pascakonvensional, Individu mencapai tahap kognitif operasional formal. Prilaku yang telah sesuai dengan standar yang ada di masyarakat.
PERKEMBANGAN SPIRITUAL
• Tahap 0: Undifferentiated
Ketika bayi, anak tidak memiliki konsep benar/salah, keyakinan dan tidak ada keyakinan yang membimbing prilaku mereka
• Tahap 1: Intuitive-Projective
Anak mulai meniru apa yang dilakukan orang lain dlm segi agama, diusia praskolah, mereka mulai memahami beberapa nilai dan keyakianan orangtuanya.
• Tahap 2: Mythical-Literal
Selama usia sekolah, anak sangat tertarik pada agamaereka menerima ketuhanan, bagaimana pentingnya do’a, prilaku yang baik/buruk akan mendapat balasannya.
• Tahap 3: Suntethic- Convention
Saat mendekati remaja, anak mulai menyadari kekecewaan spiritual, mereka bahkan mulai berfikir dan mempertanyakan standar keagamaan orang tuanya sampai ada yang membantahnya.
• Tahap 4: Individuating- Reflexive
Remaja menjadi lebih skeptis, dan mulai membandingkan berbagai standar keagamaan orangtuanya dengan orang lain, atau dengan sudut pandang ilmiah.
PERKEMBANGAN KONSEP DIRI
Konsep diri mencakup konsep, keyakinan, dan pendirian yang ada dalam pengetahuan seseorang tentang dirinya sendiri dan mempengaruhi hubungannya dengan orang lain. Dan berkembang perlahan-lahan sebagai hasil pengalaman unik dengan diri sendiri dan orang lain.
Citra Tubuh Terdiri atas sifat fisiologis(persepsi tgentang karakter fisik), psikologi (nilai dan sikap terhadap tubuh, kemampuyan dan ideal diri), dan sifat social tentang citra diri seseorang(diri sendiri maupun orang lain).
Harga diri Merupakan nilai yang ditempatkan individu pada diri sendiri dan mengcu pada evaluasi diri secara menyeluruh terhadap diri sendiri (Willoughby, King dan Polatajka,1996). Harga diri berubah sesuai perkembangan.umpan balik positif meningkatkan harga diri mereka dan rentan terhadap perasaan tidak berharga dan mencemaskan kegagalan.
BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN
1. Keturunan
Jenis kelamin dan determinan keturunan lain secara kuat mmpengaruhi hasil akhir pertumbuhan dan laju perkembangan untuk mendapatkan hasil akhir tersebut. Terdapat hubungan yang besar antara orangtua dan anak dalam hal sifat seperti tinggi badan, berat badan, dan laju pertumbuhan..
2. Neuroendokrin
Beberapa hubungan fungsional diyakini ada diantara hipotalamus dan system endokrin yang memengaruhi pertumbuhan.Kemungkinan semua hormone memengaruhi pertumbuhan dan beberapa cara. Tiga hormon-hormon pertumbuhan, hormone tiroid, dan endrogen. Tampak bahwa setiap hormone yang mempunyai pengaruh bermakna pada pertumbuhan memanifestasikan efek utamanya pa periode pertumbuhan yang berbeda.
3. Nutrisi
Nutrisi mungkin merupakan satu-satunya pengaruh paling pentng pada pertumbuhan. Faktor diet mengatur pertumbuhan pada semua tahap perkembangan, dan efeknya ditujukan pada cara beragam dan rumit.
4. Hubungan Interpersonal
Hubungan dengan orang terdekat memainkan peran penting dalam perkembangan, terutama dalam perkembangan emosi, intelektual, dan kepribadian. luasnya rentang kontak penting untuk pembelajaran dan perkembangan kepribadian yang sehat.
5. Tingkat Sosioekonomi
Riset menunjukkan bahwa tingkat sosioekonomi keluarga anak mempunyai dapak signifikan pada pertumbuhan dan perkembangan.
6. Penyakit
Banyak penyakit kronik dan Gangguan apapun yang dicirikan dengan ketidakmampuan untuk mencerna dan mengabsorbsi nutrisi tubuh akan member efek merugikan pada pertumbuhan dan perkembangan.
7. Bahaya lingkungan
Bahaya dilikungan adalah sumber kekhawatiran pemberi asuhan kesehatan dan orang lain yang memerhatikan kesehatan dan keamanan. Bahaya dari residu kimia ini berhubungan dengan potensi kardiogenik, efek enzimatik, dan akumulasi (Baum dan Shannon, 1995) .
8. Stress pada Masa Kanak-Kanak
Stress adalah ketidakseimbagan antara tuntutan lingkungan dan sumber koping individu yang…menggangggu ekuiibrium individu tersebut ( mastern dkk, 1998).
Usia anak, temperamen situasi hidup, dan status kesehatan mempengaruhi kerentanan, reaksi dan kemampuan mereka untuk mengatasi stress.
Koping
Koping adalah tahapan khusus dari reaksi individu terhadap stressor. Strategi koping adalah cara khusus anak mengatasi stersor ang dibedakan dari gaya koping yang relative tidak mengubah karakteristik kepribdian atau hasil koping ( Ryan-wengger, 1992).
9. Pengaruh Media Masa
Terdapat peningkatan kekhawatiran mengenai berbagai pengaruh media pada perkembangan anak (Rowitz, 1996)
• Materi Bacaan
Buku, Koran, dan majalah adalah bentuk media masa paling tua.. Pengenalan dampak materi bacaan yang digunakan disekolah pada system nilai pada proses social telah mendorong evaluasi ulang tentang isi buku.
• Film
Riset menunjukkan bahwa video dapat menurunkan sensitivitas penonton terhadap perilaku kekerasan (Rowtiz, 1996).
• Televisi
TV memanjakan anak pada berbagai topic dan kejadian yang lebih luas dari yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.Kebanyakan peneliti telah menyimpulkan bahwa menonton televise yang berturut-turut memiliki efek menyimpang pada anak.
• Computer/Internet
Beberapa kretivitas seperti “cybersex” dan “kiddie porn” serta “chat room”, dapat memanjakan anak pada individu yang berupaya mendapatkan keuntungan dari kepolosan anak untuk mencapai tujuan. Salah satu strategi yang bermanfaat menempatkan computer diruang prublik dirumah seperti dapur atau ruang keluarga agar orang tua dapat dengan mudah memantau penggunaannya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Tumbuh kembang yang terjadi pada anak dimulai dari sejak anak lahir sampai ia menua. Prosesnya ada beberapa macam dilihat dari beberapa segmen. Mulai dari perkembangan fisik sampai pada perkembangan kepribadian dan mental anak. Ada beberapa para ahli yang mengungkapkan teorinya tentang tumbuh kembang. Dan semua itu terjadi tidak dengan instant atau sendirinya melainkan ada factor-faktor yang mempengaruhinya.
3.2 Saran
Berdasarkan isi dari makalah banyak kekurangan yang terdapat pada isi yang dijelaskan dan bahasa yang di gunakan penulis sebagian besar masih teksbook. Hal ini di sebabkan karena kurangnya pemahaman dari penulis.
Hendaknya dimasa yang akan datang diharapkan para penulis dan penerus selanjutnya lebih memahami lagi terhadap materi yang akan dibuatnya.
DAFTAR PUSTAKA
Ardiana, Anisah. 2007. “Konsep Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia”. http//Konsep-Pertumbuhan-dan-Perkembangan-Manusia.html (on-line/ diakses tanggal 15 Februari 2010)
Diah. 2009. “perbedaan teori perkembangan kepribadian dan persepsi manusia sigmund freud dan erik erickson”. http// perbedaan-teori-perkembangan-kepribadian-dan-persepsi-manusia.html (on-line/ diakses tanggal 15 Februari 2010)
Hidayat, Aziz alimul. 2008. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan.
Jakarta: Salemaba Medika
Mansyoer, arif, dkk. 2000. Kapita Salekta Kedokteran Jilid 2 Edisi 3. Jakarta :Media
Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Staff Pengajar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 1985. Buku
Kuliah 1 Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas
Kedokteran Universitas Andalas
Wong, Donna L, dkk. 2009. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik Volume 1. Jakarta: EGC
KESEHATAN ANAK
Kesehatan merupakan fenomena kompleks yang didefenisikan sebagai suatu keadaan kesejahteraaan fisik, mental dan social yang komplet dan bukan semata-mata terbebas dari penyakit.( WHO ).
Indikator yang perlu diperhatikan adalah:
– Mortalitas
– Morbiditas
Dimana, informasi tentang keduanya memberikan informasi tentang:
– Penyebab kematian dan kesakitan
– Kelompok usia berisiko tinggi terhadap gangguan/penyakit tertentu
– Kemajuan pengobatan dan pencegahan
– Bidang/area tertentu dalam konseling kesehatan
MASYARAKAT SEHAT TAHUN 2010
Di tetapkan berdasarkan inisiatif untuk melanjutkan Masyarakat Sehat 2000.
Tujuan dan sasarannya saat ini dikembangkan melalui konsultasi yang luas dan bersifat memiliki kolaborasi dan melibatkan masyarakat.
Adapun tujuan Indonesia sehat 2010 adalah:
• Meningkatkan usia hidup sehat
• Menghilangkan kesenjangan kesehatan
• Meningkatkan prilaku sehat, perlindungan kesehatan
• Menjamin akses ke pelayanan, kesehatan berkualitas
• Menekankan pecegahan di komunitas
MORTALITAS DAN MORBIDITAS PADA BAYI DAN ANAK-ANAK
1. MORTALITAS
Mortalitas adalah ukuran jumlah kematian (umumnya, atau karena akibat yang spesifik) pada suatu populasi, skala besar suatu populasi, per dikali satuan. Mortalitas khusus mengekspresikan pada jumlah satuan kematian per 1000 individu per tahun, hingga, rata-rata mortalitas sebesar 9.5 berarti pada populasi 100.000 terdapat 950 kematian per tahun.
• Mortalitas Bayi
Angka mortalitas bayi merupakan jumlah kematian per 1000 kelahiran hidup selama tahun pertama kehidupan, yang kemudian dibagi menjadi mortalitan neonatal (usia <28 hari) dan mortalitas pascanatal (usia 28 hari-11 bulan)
Proporsi Penyakit penyebab kematian bayi (Depkes, 2004): :
– Penyakit system pernafasan 29,5 %
– Gangguan perinatal 29,3 %
– Diare 13,9 %
– Penyakit sistem syaraf 5,5 %
– Tetanus 3,68%
– Infeksi dan parasit lain 3,5 %
• Mortalitas anak-anak
Yang dimaksud dengan anak (1-4 tahun) disini adalah penduduk yang berusia satu sampai menjelang 5 tahun atau tepatnya 1 sampai dengan 4 tahun 11 bulan 29 hari. Angka Kematian Anak mencerminkan kondisi kesehatan lingkungan yang langsung mempengaruhi tingkat kesehatan anak. Angka Kematian Anak akan tinggi bila terjadi keadaan salah gizi atau gizi buruk, kebersihan diri dan kebersihan yang buruk, tingginya prevalensi penyakit menular pada anak, atau kecelakaan yang terjadi di dalam atau di sekitar rumah (Budi Utomo, 1985).
2. MORBIDITAS
Morbiditas dapat merujuk kepada:
• pernyataan terkena penyakit (dari bahasa Latin morbidus: sakit, tidak sehat),
• derajat kerasnya penyakit,
• meratanya penyakit: jumlah kasus pada populasi,
• insiden penyakit: jumlah kasus baru pada populasi.
• Cacat terlepas dari akibat (contoh cacat disebabkan oleh kecelakaan).
Morbiditas anak-anak
Banyak disebabkan oleh penyakit akut (penyakit pernapasan 50%, infeksi dan penyakit parasit 11%), cedera 15 %, dan ketidakmampuan yang dapat diukur dengan aktivitas dalam derajat tertentu (Pless dan Pless,1997)
Morbiditas meningkat pada mereka yang mengalami kesulitan ekonomi.Penyebab utama hal ini adalah terbatasnya akses ke pelayanan kesehatan.
11 juta balita dunia meninggal/tahun karena infeksi, 54% berkaitan dengan kurang gizi ( WHO, 2002).Angka kurang gizi (Depkes, 2004):
– 1989 ; 37,% 2000 : 24,7%
– 2001 : 26,1% 2002 : 27,3%
– 2003 : 27,5%
– BBLR : 350.000 bayi / tahun
EVOLUSI PELAYANAN KESEHATAN ANAK DI INDONESIA
Perkembangan pelayanan keperawatan terkini
Era globalisasi dan era informasi yang akhir-akhir ini mulai masuk ke Indonesia telah membuat tuntutan-tuntutan baru di segala sektor dalam Negara kita. Tidak terkecuali dalam sektor pelayanan kesehatan, era globalisasi dan informasi seakan telah membuat standar baru yang harus dipenuhi oleh seluruh pemain di sektor ini. Hal tersebut telah membuat dunia keperawatan di Indonesia menjadi tertantang untuk terus mengembangkan kualitas pelayanan keperawatan yang berbasis teknologi informasi. Namun memang kita tidak bisa mnutup mata akan hambatan-hambatan yang dihadapi oleh keperawatan di Indonesia, diantaranya adalah keterbatasan SDM yang menguasai bidang keperawatan dan teknologi informasi sevara terpadu, masih minimnya infrastruktur untuk menerapkan sistem informasi di dunia pelayanan, dan masih rendahnya minat para perawat di bidang teknologi informasi keperawatan.
Kualitas atau mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit bergantung kepada kecepatan, kemudahan, dan ketepatan dalam melakukan tindakan keperawatan yang berarti juga pelayanan keperawatan bergantung kepada efisiensi dan efektifitas struktural yang ada dalam keseluruhan sistem suatu rumah sakit. Pelayanan rumah sakit setidaknya terbagi menjadi dua bagian besar yaitu pelayanan medis dan pelayanan yang bersifat non-medis, sebagai contoh pelayanan medis dapat terdiri dari pemberian obat, pemberian makanan, asuhan keperawatan, diagnosa medis, dan lain-lain. Ada pun pelayanan yang bersifat non medis seperti proses penerimaan, proses pembayaran, sampai proses administrasi yang terkait dengan klien yang dirawat merupakan bentuk pelayanan yang tidak kalah pentingnya.
Pelayanan yang bersifat medis khususnya di pelayanan keperawatan mengalami perkembangan teknologi informasi yang sangat membantu dalam proses keperawatan dimulai dari pemasukan data secara digital ke dalam komputer yang dapat memudahkan pengkajian selanjutnya, intervensi apa yang sesuai dengan diagnosis yan sudah ditegakkan sebelumnya, hingga hasil keluaran apa yang diharapkan oleh perawat setelah klien menerima asuhan keperawatan, dan semua proses tersebut tentunya harus sesuai dengan NANDA, NIC, dan NOC yang sebelumnya telah dimasukkan ke dalam database program aplikasi yang digunakan. Namun ada hal yang perlu kembali dipahami oleh semua tenaga kesehatan yang menggunakan teknologi informasi yaitu semua teknologi yang berkembang dengan pesat ini hanyalah sebuah alat bantu yang tidak ada gunanya tanpa intelektualitas dari penggunanya dalam hal ini adalah perawat dengan segala pengetahuannya tentang ilmu keperawatan.
Contoh nyata yang dapat kita lihat di dunia keperawatan Indonesia yang telah menerapkan sistem informasi yang berbasis komputer adalah terobosan yang diciptakan oleh kawan-kawan perawat di RSUD Banyumas. Sebelum menerapkan sistem ini hal pertama yang dilakukan adalah membakukan klasifikasi diagnosis keperawatan yang selama ini dirasa masih rancu, hal ini dilakukan untuk menghilangkan ambiguitas dokumentasi serta memberikan manfaat lebih lanjut terhadap sistem kompensasi, penjadwalan, evaluasi efektifitas intervensi sampai kepada upaya identifikasi error dalam manajemen keperawatan. Sistem ini mempermudah perawat memonitor klien dan segera dapat memasukkan data terkini dan intervensi apa yang telah dilakukan ke dalam komputer yang sudah tersedia di setiap bangsal sehingga akan mengurangi kesalahan dalam dokumentasi dan evaluasi hasil tindakan keperawatan yang sudah dilakukan.
PENGARUH BUDAYA, AGAMA DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KESEHATAN ANAK
Keyakinan keluarga tentang kesehatan, pola didik dan pola asuh terhadap anak juga dipengaruhi oleh nilai budaya, agama dan moral yang dianutnya. Ini akan mempengaruhi kesehatan anak bahkan dimulai sejak ia masih di dalam kandungan ibunya. Setiap keluarga memiliki pandangan yang berbeda dalam membesarkan anaknya, seperti yang memiliki perbedaan budaya antara keluarga dengan budaya minang dan keluarga berbudaya batak. Hal-hal yang ditanamkan terhadap anak-anak mereka berbeda sehingga pola hidup dan kesehatan anaknya juga berbeda misalnya dalam kesehatan emosional.
KEPERAWATAN PEDIATRIK
Pediatrik berkenaan dengan kesehatan bayi, anak remaja, , pertumbuhan dan perkembagannya dan kesempatannya untuk mencapai potensi penuh sebagai orang dewasa.Lebih dari seabad yang lalu ilmu pediactrik muncul sebagai kekhususan dalam menanggapi meningkatan kasadaran bahwa problem kesehatan anak berbeda dengan orang dewasa dan bahwa respon anak terhadap sakit dan stres berdeda beda sesuai dengan umur
FILOSOFI KEPERAWATAN ANAK
KEPERAWATAN ANAK
– konsisten dengan pengertian keperawatan
– merupakan keyakinan atau pandangan yang dimiliki perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan pada anak yang berfokus pada keluarga, pencegahan terhadap trauma dan manajemen kasus.
TUJUAN DAN MANFAAT
– Pencapaian derajat kesehatan yang tinggi bagi anak sebagai satu bagian dari sistem pelayanan kesehatan di keluarga.
– Meningkatkan kepuasaan anak dan keluarga
– Mengurangi fragmentasi pemberian asuhan
PERAWATAN BERFOKUS PADA KELUARGA (FAMILY CENTERED CARE)
Keluarga sebagai suatu kehidupan yang konstan dan individu mendukung, menghargai dan meningkatkan kekuatan dan kompetensi dalam memberikan asuhan terhadap anak (Johson, 1989). System pelayanan dan personel harus juga mendukung, menghargai, mendorong dan meningkatkan kekuatan dan kompetensi keluarga melalui pemberdayaan pendekatan dan pemberian bantuan efektif (Duns dan Trivette, 1996)
Sebagai seorang perawat, kita harus mampu memfasilitasi keluarga dalam pemberian tindakan keperawatan langsung, pemberian pendidikan kesehatan pada anak, memperhatikan bagaimana kehidupan social, budaya dan ekonomi keluarga sehingga dapat membantu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari keluarga tersebut dalam memberikan pelayanan keperawatan. Perawat juga melibatkan keluarga dalam hal ini yaitu dengan cara mengajak kerjasama/ melibatkan dan mengajarkan pada keluarga tentang perawatan anak ketika sehat maupun sakit.
• Konsep dasar Family Center Care
– Enabling: melibatkan keluarga (memampukan, memberdayakan, dan kemitraan)
– Empowering : pengambil keputusan
ATRAUMATIC CARE
• Tujuan utama : “DO NO HARM” yaitu :
– Mencegah/mengurangi anak berpisah dari orang tua
– Perlindungan
– Mencegah/mengurangi trauma fisik dan nyeri
PRIMARY NURSING
• Mendukung pelaksanaan askep anak
• Menjadikan asuhan yang konsisten dan berfokus pada keluarga sebagai komponen integral pada perencanaan dan pelaksanaan.
MANAJEMEN KASUS (CASE MANAGEMENT)
Sistem pemberian asuhan yang seimbang antara biaya dan kualitas.
PERAN KELUARGA DALAM KEPERAWATAN ANAK
KELUARGA:
– Suatu sistem terbuka
– terdapat sub / komponen, memiliki tujuan/fungsi, interrelasi dan interdependensi, dipengaruhi oleh system luar.
FUNGSI KELUARGA:
– Merawat fisik anak
– Mendidik anak untuk menyesuaikan dengan kultur
– Bertanggung jawab terhadap kesejahteraan anak secara psikologis/emosional.
ELEMEN KUNCI FAMILY-CENTERED CARE
• Mengenal bahwa keluarga bersifat menetap pada kehidupan anak, sedangkan personil dan sistem pelayanan berfluktuasi
• Memfasilitasi kolaborasi orang tua dan perawat pada semua tingkat asuhan
• Menghormati keanekaragaman ras, budaya, dan sosio ekonomi dalam keluarga
• Mengenali kekuatan keluarga dan perorangan serta menghormati perbedaan
• Mendorong dan memfasilitasi dukungan keluarga dan jaringan kerja
• Mengerti dan memasukkan kebutuhan perkembangan bayi, anak, remaja dan keluarga dalam sistem asuhan.
• Menerapkan sistem asuhan yang dpt dilaksanakan secara fleksibel
PRINSIP PERAWATAN ANAK
• Perawat tidak boleh mengabaikan ketrampilan & pengetahuan orang tua anak
• Perawat tidak boleh mengabaikan kepercayaan anak
• Perawat harus selalu memperhatikan keadaan kesehatan mental, spiritual dan fisiknya sendiri
• Perawat juga tidak boleh mengabaikan kemampuannya sendiri untuk mengubah sesuatu menjadi lebih baik
PERAN PERAWAT PEDIATRIK
• Hubungan terapeutik
Diterapkan dalam berkomunikasi dengan anak dan keluarga, bersifat empati dan professional dengan memisahkan peran perawat dari keluarga tanpa mengganggu kenyamanan anak dan keluarga
• Family advocacy/caring
Advokasi meliputi jaminan bahwa keluarga akan mengetahui yankes yang tersedia, diinformasikan tentang prosedur dan pengobatannya secara benar. Caring berarti memberikan yankes secara langsung pada anak.
• Disease prevention/Health promotion
Melakukan dan mengajarkan keluarga tentang bagaimana cara mencegah penyakit baik dari luar maupun dari dalam tubuh.
• Health education
Memberikan pendidikan kesehatan yang bertujuan membantu orangtua dan anak memahami suatu pengobatan medis, mengevaluasi pengetahuan anak tentang kesehatan mereka, memberi pedoman antisipasi
• Support/counseling
Memberikan perhatian pada kebutuhan emosi melalui dukungan dan konseling. Dukungan diberikan dengan mendengar, menyentuh dan kehadiran fisik untuk memudahkan komunikasi nonverbal. Sedangkan, konseling dalam bentuk pertukaran pendapat, melibatkan dukungan, penyuluhan teknik untuk membantu keluarga mengatasi stress dan mendorong ekspresi perasaan dan pikiran. Yang membantu keluarga mengatasi stress dan memampukan untuk mendapatkan tingkat fungsi yang lebih tinggi.
• Pengambil keputusan etis
Prinsipnya, tindakan yang ditentukan adalah yang paling menguntungkan klien, dan sedikit bahayanya terhadap segala aspek yang berhubungan denagn pelaksanaan asuhan keperawatan. Seperti dalam kerangka kerja mesyarakat, standar praktik professional, hukum, aturan lembaga, tradisi religius, sistem nilai keluarga dan nilai pribadi perawat.
• Coordination/Collaboration
bekerjasama dengan spesialis / profesi lain dalam mengatasi kesehatan anak.
• Peran restoratif
Keterlibatan perawat secara langsung dalam aktivitas pemberi asuhan yang dilakukan atas daar konsep teori yang berfokus pada pengkajian dan evaluasi status yang berkesinambungan. Perawat punya tanggung jawab dan tanggung gugat terhadap tindakannya.
• Research
melakukan praktik berasarkan penelitian, menerapkan metode inovatif dalam memberikan intervensi pada anak, melakukannya berdasarkan penelitian dan sesuai rasional.
• Health care planning
menggunakan perencanaan & metode yang tepat untuk perawatan anak. Perawat melibatkan penyediaan layanan yang baru, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan
• Trend masa depan
Ada beberapa hal yang dituntut :
• Pengobatan penyakit (kuratif) menjadi promosi kesehatan (promotif)
• Filosofi asuhan berpusat pada keluarga bukan pilihan melainkan kewajiban
• Perawat dituntut meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan, komputer, membuktikan keunikan peran mereka dan dituntut lebih mandiri dan melebihi lingkungan asuhan terdahulu.
BERPIKIR KRITIS
Berpikir kritis adalah suatu proses berpikir sistematik yang penting bagi seseorang perawatt professional.berpikir kritis akan membatu professional dalm memenuhi kebutuhan klien.Berpikir kritis adalah berpikir dengan tujuan dan mengarah-arahkan yang membatu indivudu membuat penilaian berdasarkan data bukan perkiraan.Berpikir kritis berdasarkan metode penyelidikan ilmiah yang juga menjadi akar dalam mengambil keputusan
PROSES KEPERAWATAN
I. PENGKAJIAN
Proses yang berkesinambungan, diterapkan di seluruh tahap penyelesaian masalah.
Dasar pengambilan keputusan.
Terdiri dari pengumpulan, pengelompokan, dan analisis data.
Dilakukan secara menyeluruh (bio-psiko-sosiokultural-spiritual).
II. DIAGNOSA KEPERAWATAN
• Adl keputusan klinis tentang respon individu, keluarga, atau komunitas terhadap masalah kesehatan/proses hidup yang aktual maupun potensial (NANDA).
• Perawat menginterpretasi dan membuat keputusan tentang data yang telah dikumpulkan.
• Komponen: PES (problem, etiology, symptom).
• Jenis: aktual, risiko, potensial.
III. PERENCANAAN
Prinsip:
1. Memahami konsep dan karakterisik tum-bang anak.
2. Memahami hubungan anak dengan pengasuh
3. Melibatkan keluarga
4. Orientasi
5. Menciptakan lingkungan yang kondusif
6. Meminimalkan trauma fisik
7. Universal precaution
8. Membantu keperluan pasien
IV. IMPLEMENTASI
Menerapkan intervensi yang dipilih dan melakukan umpan balik.
• Prinsip:
1. Jangan menawarkan pilihan apakah bersedia dilakukan tindakan atau tidak
2. Beri kesempatan anak memilih tempat dilakukannya tindakan
3. Jangan membohongi anak bahwa tindakan yang akan dilakukan tidak menimbulkan rasa sakit
4. Jelaskan tindakan secara singkat dan sederhana
5. Perkenankan anak untuk mengeluh/menangis jika terasa sakit
6. Jangan berbisik kepada perawat lain atau keluarga di depan anak
7. Berpikir positif dan asertif
8. Waktu tindakan sesingkat mungkin
9. Libatkan keluarga.
V. EVALUASI
Perawat mengumpulkan, mensortir, dan menganalisis data untuk menentukan apakah tujuan tercapai, perlu modifikasi rencana, perlu alternatif.
VI. DOKUMENTASI
Pengkajian, identifikasi masalah, perencanaan, implementasi, dan evaluasi dilakukan dengan adanya bukti tertulis tentang pencapaian hasil, apakah ada kemajuan dalam proses keperawatan.
DAFTAR PUSTAKA
Hidayat, A Aziz Almull .2005. “Pengatar Ilmu keperawatan Anak jilid 1”. Jakarta: Salemba
Nelson, Waldo E. 2000. “Ilmu Kesehatan Anak volume 1”. Jakarta: EGC
Rochemi, Hemi.NS 2009. “perspektif keperawatan anak”. http://www.scribd.com/doc/14365045/PERSPEKTIF-KEPERAWATAN-ANAK
(on-line/ diakses tanggal 11 Februari 2010)
Supartini,Yeni. 2004. “Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan Anak 1”. Jakarta: EGC
Wong, Donna L. 2008. “Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik”. Jakarta: EGC

Membaca sebuah kisah dari seorang dokterTimur Tengah di Majalah Elfata, Volume 07 2007, walaupun edisi lama, cerita ini membuat ku terenyuh, ternyata diriku masih sangat jauh dari apa yang dirasakan oleh orang-orang akan arti kenikmatan bertawakkal kepada Allah SWT, keindahan bersyukur, hebatnya bersabar, Luar biasanya mendapatkan keridhaan Allah SWT...
Moga cerita ini bisa memotivasi kita untuk berbuat lebih....
Indahnya Kesabaran ( Based on true story )
Seorang dokter spesialis luka dalam Riyadh yang bernama Dr. Khalid Al Jubir berkisah tentang dirinya dan sahabatnya. Beginilah kisahnya, selama kuliah dulu dia memiliki seorang teman mahasiswa akademi militer. Dalam semua hal dia memiliki banyak kelebihan dibanding teman-temannya yang lain. Selain baik hati, pemuda ini juga amat rajin shalat malam dan tidak pernah lalai menjalankan shalat lima waktu.
Pemuda ini lulus dengan nilai memuaskan. Tentu saja ia sangat ingin senang. Namun tak ada yang bisa menduga jalannya takdir. Suatu saat pemuda ini terserang penyakit influensa, dan sejak saat itu fisiknya mnejadi lemah hingga mudah terserang berbagai macam penyakit. Hingga karena komplikasi penyakit yang beragam, ia menjadi lumpuh. Tubuhnyatidak mampu lagi digerakkan sama sekali. Semua dokter yang menanganinya mengatakan kepada Dr.Khalid, kalau kemungkinan kesembuhan untuk pemuda itu sekitar 10% saja.
Pada saat Dr.Khalid membesuknya di rumah sakit, ia melihat pemuda itu tak berdaya diatas ranjangnya. Dr.Khalaid datang untuk menghiburnya. Namun Subhanallah, apa yang ia dapatkan justru sebaliknya, wajah pemuda it cerah jauh dari mendung kedukaan. Pada wajah itu jelas sekali terpancar cahaya dan kilauan iman.
”Alhamdulillah, sya dalam leadaan sehat-sehat saja. Saya berdoa kepada Allah Subhanaahuwataa’ala semoga Anda lekas sembuh.” kata Dr.Khalid membuka pembicaraan. Di luar dugaan pemuda itu menjawab,”Terimakasih untuk doamu. Sesunggunya saudaraku mungikn saat ini Allah tengah menghukumku karena lalai dalam menghafal Al-Qur’an. Allah menguji saya, agar saya segera menuntaskan hafalan saya. Sungguh ini adalah nikmat yang tiada terkira.”
Dr.Kahlid terpana mendengar jawaban menakjubkan itu. Bagaimna mungkin cobaan begitu berat yang tengah dialami pemuda itu dianggap sebagai suatu nikmat? Benar-benar ini adalah suatu pelajaran baru yang amat berharga bagi dirinya sehingga ia merasa tak berharga dihadapan pemuda itu.
Dr.kahlid teringat akan sabda Rasulullah Sallallahu A’laihi Wassallam : ” Sungguh menggumkn perkara seorang mukmin. Seluruh perkaranya mengandung kebaikan. Hal ini hanya ada pada seorang mukmin. Ketika ia dikaruniai kesengangan ia bersyukur, maka hal iti baik baginya. Dan ketika ia ditimpa kesedihan, ia menghadapinya dengan sabar dan tabah, maka hal itu baik baginya.” (Riwayat Muslim)
Jujur saja Dr.Kahalid teramat mengagumi ketabahan pemuda itu. Beberapa pekan kemudian ia membesuk sahabatnya itu, sepupu sang pemuda berkata,”Coba gerakkan kakimu, coba angkat kakimu ke atas.” Peuda itu menjawab,”Sungguh saya amat malu kepada Allah untuk terburu-buru sembuh. Jika kesembuhan itu yang terbaik bai Allah, aku bersyukur. Namun, apabila Allah tidak memberikan kesembuhan padaku hanya agfar aku tidak melangkah ke tempat-tempat maksiat aku pun bersyukur. Allah Amha Tau yang terbaik untukku.
Allahu Akbar, betapa kaimaat itu sangat menggetarkan. Setelah peristiwa itu Dr.khalid menempuh progrmmagisternya ke luar kota. Beberapa bulan setelah itu ia kembalidan yang pertama diingatnya adalah pemuda sahabatnya itu. Dalam benaknya ia berpikir,”Paling saat ini ia sedang terbaring lemah di atas kasurnya, jika ia kemana-mana pastilah ia digotong.”
Ternyata menurut teman-temannya pemuda itu sudah pindah ke ruang penyiapan untuk mendapatkan pengobatan alami. Pada saat Dr.Khalid menemuinya, ia tengah duduk di kursi roda. Dr.Khalid senagng sekali melihatnya hingga berkali-kali ia mengucapkan syukur.
Pemuda itu dengan spontan menyampaikankabar gembira yang tak terduga ”Alhamdulillah saya telah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an.” katanya penuh semangat. ”Subhanallah” Dr.Khalid memekik kagum. Setiap kali membesuknya ia selalu mendapat hikmah yang semakin mempertebal keimanannya.
Tidak lama berselang, Dr.Khalid kembali pergi ke luar kota selama empat bulan. Dan selama itu pula ia tidak pernah bertemu dengan pemuda sahabatnya yang sangat tabah itu. Hingga saat ia kembali, ia menerima kenyataan yang amat sulit diterima oleh akal manusia. Namun, bagi Dzat yang Maha Tinggi, bukanlah hal yang mustahil terjadi. Jangankan hanya sakit, tulang-belulang yang telah hancur pun bisa dihidupka kembali menjadi manusia yang utuh.
Pada waktu Dr.Khalid sedang shalat di mushalla rumah sakit itu. Tiba-tiba ia mendengar sapaan seseorang, ”Abu Muhammad!” Reflek dia menoleh dan pandangan di hapannya membuatnya terpana. Ia tak mapu mengucap sepatah kata pun. Benar, Wallahi (Demi Allah-red) yang berdiri di hadapannya adalah pemuda sahabatnya yang dulu lumpuh total. Namun di hadapannya kini ia dapat berjalankembali dengan normal dan segar bugar. Allahu Akbar, sesungguhnya keimanan lah yang dapat memunculkan keajaiban.
Spontanitas, Dr. Khalid menangis. Pertama dia menangis karena terharu dan senang akan karunia Allah berupa kesembuhan untuk sahabatnya itu. Kedua ia menangis untuk dirinya sendiri yang selama ini lalai untuk mensyukuri nikmat-nikmatNya.
Ternyata, karunia untuk sahabatnya tidak hanya sebatas itu. Ia diterima sebagai delegasi Universitas Malik Su’ud Riyadh, kerajaan Saudi Arabia untuk melanjutkan studi magisternya. ”Dr. Khalid apa yang saya terima ini justru akan menjadi malapetaka bagi saya jika saya tidak mensyukurinya.” Paparnya kepada Dr.Khalid
Setelah tujuh tahun, pemuda itu mengunjungi Dr. Khalid kembali dalam rangka mengantar kakeknya yang terkena penyakit hati. Dan Subhanallah, ia telah menjadi seorang mayor!
Dr.Khalid kembali meneteskan airmatanya. Ia berdoa kepada Allah agar pemuda itu selalu dalam kebaikan dan selalu istiqomah di dalam iman dan islam. Sungguh Allah Maha Mendengar dan Mengabulkan permohonan setiap hambaNya.
(True Story , From : Khalid Abu Shalih)

iman merupakan keyakinan yang ada pada diri seseorang....antara seorang manusia dengan manusia yang lainnya akan berbeda tingkat atau derajad keimanannya meskipun orang tersebut merupakan saudara kandung sekalipun.seseorang akan merasakan nikmatnya iman jika dalam diri orang tersebut terdapat tiga hal yaitu: 1. jika orang tersebut mencintai saudaranya karena Allah...
2. jika orang tersebut tidak mau lagi melakukan kekafiran
3. jika orang tersebut menyamapaikan apa yang bermanfaat kepada saudaranya...


Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendo'akannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia tersebut.
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh,
penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah
mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Seandainya kamu ingin mencintai atau memiliki hati seorang gadis, ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadangkala kamu mencium harum mawar tersebut, tetapi kadangkala kamu terasa bisa duri mawar itu menusuk jari.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehingga kamu kehilangannya.
Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi.
Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya.
Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, kiranya kamu benar-benar mencintainya setulus hati.
Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta PALSU.
Kemungkinan apa yang kamu sayangi atau cintai tersimpan keburukan didalamnya dan kemungkinan
apa yang kamu benci tersimpan kebaikan didalamnya.
Cinta kepada harta artinya bakhil, cinta kepada perempuan artinya alam, cinta kepada diri artinya bijaksana,
cinta kepada mati artinya hidup dan cinta kepada Tuhan artinya Takwa.
Lemparkan seorang yang bahagia dalam bercinta kedalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan.
Lemparkan pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti, pasti ia akan mati kelaparan.
Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai
perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar canang yang gemericing.
Cinta adalah keabadian ... dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dimiliki.
Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatu
objek yang bisa dilihat oleh kasat mata, sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan
meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dahsyatnya cinta.
Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya menjadi
gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan didalam dirinya.
Kamu tidak akan pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. Namun apabila sampai saatnya itu,
raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya.
Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut kemulut tetapi cinta adalah
anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.
Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai
itulah yang sukar diperoleh.


1 Wanita Dapat Menarik 4 Pria Masuk Neraka, Waspadalah!!
Wasiat Rasulullah SAW kepada Sayidina Ali RA:
Wahai Ali,
Bagi orang mukmin ada 3 tanda-tandanya:
Tidak terpaut hatinya pada harta benda dunia
Tidak terpesona dengan bujuk rayu wanita
Benci terhadap perbualan dan perkataan sia-sia
Wahai Ali,
Bagi orang alim itu ada 3 tanda-tandanya:
Jujur dalam berkata-kata
Menjauhi segala yang haram
Merendahkan diri
Wahai Ali,
Bagi orang yang takwa itu ada 3 tanda-tandanya:
Takut berlaku dusta dan keji
Menjauhi kejahatan
Memohon yang halal karena takut jatuh dalam keharaman
Seorang wanita, pada hari akhirat akan menarik empat golongan lelaki bersamanya ke dalam neraka.
Pertama:-ayahnya
Apabila seseorang yang bergelar ayah tidak memperdulikan anak-anak perempuannya di dunia.
Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar sholat, mengaji & sebagainya.
Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat…..
Dia hanya memberi kemewahan dunia saja
maka dia akan ditarik oleh anaknya.
Kedua:-suaminya
Apabila sang suami tidak memperdulikan tindak tanduk isterinya.
Bergaul bebas,
menghias diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan mahram…,
apabila suami mendiam diri……
walaupun dia seorang alim yang sholatnya tidak ditangguhkan, puasa tidak tinggal maka dia akan ditarik oleh isterinya.
Ketiga:- abang-abangnya
Apabila ayahnya sudah tiada, tanggungjawab menjaga martabat wanita jatuh ke pundak abang-abangnya…..
jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya saja sedangkan adik perempuannya dibiarkan melenceng dari ajaran ISLAM….
tunggulah tarikan adiknya di akhirat
Keempat:-anak lelakinya Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yang haram dari Islam, maka anak itu akan disoal dan dipertangungjawabkan di akhirat kelak…….
nantikan tarikan ibunya
Maka kita lihat betapa hebatnya tarikan wanita bukan saja di dunia malah di akhirat pun tarikannya begitu hebat….
maka kaum lelaki yang bergelar ayah/suami/abang atau anak harus memainkan peranan mereka yang sebenarnya.

bismillahhirrahmannirrahim..........
berbicara tentang sebuah amanah, memang sangat susah untuk di ungkapkan. Amanah merupakan suatu wewenang yang di percayakan kepada seorang atau lebih terhadap sebuah jabatan. Jabatan???mungkin semua orang mengira bahwa sebuah jabatan itu menyenangkan dan sebagian ada juga mengira sebuah kesengsaraan...semua kembali kepada diri kita masing-masing.kalau di bilang menyenangkan...UPS....tunggu dulu..amanah akan kita pertanggungjawabkan di hadapan manusia...jangan dikira mudah dan selesai sampai disitu aja...bahkan amanah itu akan kita pertanggungjawabkan di hadapan sang maha adil yang kita tidak akan bisa memutar balikan fakta yang ada...semua akan diputar di hadapan kita dan semua akan menjadi saksi terhadap apa yang kita lakukan...
kalau begitu amanah itu berat sekali donk...dan banyak orang yang tidak mau mengemban amanh tersebut???
tapi tenang saja Allah itu melihat proses kita dalam mengemban sebuah amanh bukan hasilnya...selama kita sudah maksimal dalam menjalankan amanah itu dengan maksimal...
mudah-mudahan setiap amanah yang kita emban dapat kita jalan kan dengan baik dan selalu di ridhoi Allah...amin...
